Sabtu, 07 Juni 2014

Maaf.

Hai... apa kabar kamu?
iya kamu yang sampai sekarang masih aku sayang, masih aku cintai . meskipun aku udah gak tau lagi kamu dimana sekarang, kamu lagi apa sekarang.
boleh aku bercerita sedikit tentang malam itu? maaf kalo aku terlalu berlebihan.  awalnya cuma karena salah paham sedikit, tapi lama kelamaan masalah itu makin besar dan gak bisa lagi buat diperbaiki. hmm sepertinya itu menurutmu, karena sebenernya kita bisa saja memperbaikinya . tapi... kamu mungkin sudah sangat bosan denganku, dengan gampangnya kamu mengakhiri semuanya. kamu tau apa yang aku rasain saat kamu mengakhiri semuanya? aku hancur.  tapi aku selalu ingin pertahanin hubungan ini. berkali-kali aku coba buat meyakinkan kamu bahwa aku bisa lebih baik lagi, namun tetap saja gak bisa membuatmu berubah fikiran. malam itu jelas, semua ucapanmu terdengar ditelingaku. aku tau disana udah gak ada lagi aku, sedikitpun bahkan sudah gak ada. tapi berbeda denganku. aku mana bisa sepertimu? hati ini selalu punya banyak tempat buat kamu , kamu masih mengisi hatiku sampai sekarang, dan gak ada celah buat oranglain masuk kedalamnya. entahlah kenapa aku bisa sampai seperti ini, mungkin banyak orang yang menganggap aku ini perempuan bodoh yang masih tetap saja sayang sama lelaki yang samasekali gak peduli. lalu aku harus bagaimana? melupakan? aku gak bisa! kamu udah terlalu dalam ada dihati ini. kenangan kita terlalu banyak gak mungkin aku bisa melupakan itu semua.
hey... apa kamu masih ingat sama aku? apa kamu masih ingat ucapan kita sebelum tidur? apa kamu masih ingat panggilan konyol kita? apa kamu masih ingat kebiasaan-kebiasaan kita? gak ingat? hehe aku sudah menebaknya. mungkin kamu sudah membuang aku jauh-jauh dari ingatanmu itu. maafin aku yang selama ini masih sayang sama kamu. maafin aku yang belum bisa terima semua keputusanmu malam itu :)
percayalah.....
disini. dihati ini masih ada kamu :')

Kamis, 05 Juni 2014

Hi.... 06!

Coretan-coretan yang sama sekali tak pernah tersentuh oleh sosok yang selalu hadir di pikiranku. Ya, memang
sosok itu kini bukanlah siapa-siapa dalam hidupku.
Dulu, sosok itu nyata, sosok itu hadir, sosok itu menemani, setia, selalu ada. Ya, dulu, dulu dan dulu.
Tak bisa ku pungkiri dulu memang indah, bukannya aku tak mau melupakan semuanya, tapi sosok itu sudah terlalu dalam masuk ke hatiku. Ini salah siapa?
Salahmu? Tentu saja bukan, mana mungkin aku menyalahkan sosok orang yang sampai sekarang
menjadi semangat disetiap nafasku. Ini salahku, salahku yang terlalu sayang, salahku yang terlalu
berharap lebih jauh, salahku yang terlalu menginginkan untuk selalu bersamamu. Maaf, aku bukan pelupa yang hebat. Kamu sudah terlalu lama ada disini, dan sampai
saat ini belum tercetus niatku untuk melupakan dan membuang semua cerita antara aku dan kamu, dulu.
Kenapa? Kenapa semuanya harus seperti ini? Aku tau, kamu sudah memutuskan semuanya, kamu sudah lupakan semuanya. Tapi, tak begitu denganku. Meskipun aku tau, kamu disana sudah bersama yang
lain, bersamanya yang selalu bisa mengembangkan senyummu. Sementara aku, aku masih tetap tegar bersama sifat munafikku. Aku masih berusaha tersenyum dan berpura-pura kalau aku ikut bahagia
dalam kebahagiaanmu bersamanya. Tak mengapa bagiku, melihatmu tersenyum bersamanya saja, aku
sudah cukup senang. Bagaimana kalau aku yang ada diposisinya sekarang? Kamu bisa bayangkan betapa bahagianya aku.
Ah, kenapa kamu terus mendominasi otakku? Padahal
kamu sudah pergi dan memutuskan
semuanya. Rasanya baru kemarin kamu bilang kalau
kamu menyayangiku dan menginginkan aku untuk
menjadi kekasihmu. Ya, baru kemarin. Andai aku
mampu lebih sabar menahan egoismu. Tapi kalau terus
menerus aku yang bersabar, bukan cinta namanya.
Karena yang kutau cinta itu adalah dua perasaan yang
disatukan. Sedangkan kita? Apa pernah kamu menahanku saat aku tengah marah? Jadi, ya kalau
dipikir-pikir semuanya lebih baik diputuskan walaupun
penyesalan dan rasa rindu itu datang.
Hari ini, tanggal 6 adalah hari jadiku dengan Jafar. Aku masih mengganggap tanggal itu sebagai hari jadi aku. aku merayakan hari jadi kita seorang diri. Ya, mau gimana lagi?
Mengharapkanmu? Aku rasa itu mustahil, jangankan
merayakannya, membalas pesanku saja kamu sudah enggan.
Ya Tuhan, haruskah air mata ini selalu menemani ku? Kapan semuanya akan berakhir? Kapan aku akan berhenti mengharapkannya?
Kapan aku akan berhenti melupakannya? Aku terlalu lemah untuk melupakan, karena dia sudah terlalu dalam masuk ke otakku.
Haruskah aku terus menerus menampakkan senyuman
palsu di depannya bersama kekasih barunya? Tanpa
pernah kekasihnya tau, aku masih merindukan sosok
yang sekarang menjadi kekasihnya. Aku masih
merindukan kekasihmu yang dulu menjadi kekasihku.
hai.... selamat tanggal 6. aku sayang kamuuuuuuu

Hi... I Just Wanna Say This!

Andai hubungan itu gak selesai, harusnya besok
hubungan itu genap 22 bulan. Sayangnya
hubungan itu sudah berakhir bahkan ketika aku sedang merasa nyaman.
Aku menatap jauh ke arah lapangan basket.
Pria itu ada disana. Ya, pria yang sampai saat ini aku cinta.
Sekali lagi, sayangnya hubungan itu sudah usai……
Tak terasa sudah berlalu begitu saja, dan entahlah
kenapa aku masih menaruh rasa pada pria bermata sipit itu. Padahal aku sudah teramat sering disakiti olehnya. Entahlah... Semua hubungan itu
berlangsung dan berakhir begitu saja.
Hubunganku dan Jafar berakhir tanpa masalah. Kami
memutuskan hubungan itu karena memang sudah merasa tak cocok satu sama lain, tapi lebih tepatnya
dia yang memutuskan hubungan. Dimasa-masa genting
itu aku sempat mencoba untuk bertahan karena kukira
masih bisa memperbaiki semuanya, namun berbeda dengan Jafar yang sepertinya sudah tak mampu
mempertahankan hubungan kami. Ya sudahlah, akhirnya hubungan itu usai.
Untuk apa aku mempertahankan hubungan itu jika dia
pun sudah tak ingin mempertahankannya?
Sebenarnya aku sangat tak menginginkan perpisahan
itu. Jujur, saat itu aku sedang mulai sungguh-sungguh
mencintainya. Saat ia mengucapkan kalimat ‘putus’,
aku hancur. Namun aku mencoba untuk baik-baik saja
dan menerima semuanya dengan berat hati namun
akan kuhadapi.
Aku bukan gadis lemah…. Setidaknya aku cukup kuat
untuk tak menangis dihadapan orang yang aku sayangi.
Aku tak ingin dianggap lemah oleh siapapun.
tapi... akhirnya aku menyesal.
aku benci!! tiap saat harus menahan rasa rindu ini. aku rinduuuuuu. sungguh! tapi siapa lah aku ini.
hey, I just wanna say.. I love you and I really miss youuuuuuu

Tentang Aku dan Kamu

Aku benci merindukan kamu, tetapi aku lebih benci lagi ketika aku sadar.. aku bukan lagi siapa-siapa kamu.
Satu hal yg sangat menyakitkan dari perpisahan yg tidak baik-baik.. Adalah ketika rindu tak lagi bisa disampaikan, semuanya terhalang rasa gengsi. Berkali-kali aku mencoba lari, lari dari kenyataan yg menghampiri. Tapi semuanya sia-sia. Kamu pergi. namun aku sempat putuskan mencari lagi, mencari sosok seperti kamu yg dulu ada dihati. Hingga akhirnya aku sadar.. rasa apa yg kini ada dihati, rasa mati.. semuanya hanya rasa mati. Jika kamu tau, semua yg aku perjuangkan ini telah menyebabkan 'luka' di banyak hati. Aku mencari bayangmu dalam wujud oranglain, aku mencari cintamu dalam hati yg lain. Dan jika akhirnya kamu membaca ini.. ketahuilah, aku sudah benar-benar pergi. Dan Mungkin banyak yg lebih baik dari kamu. Tapi, nggak akan ada yg seperti kamu. Kenyataan itu yg sekarang menghampiri aku. Dan akhirnya aku bekap rasa sakit ini, berharap semuanya berlalu. Semoga.. bayangmu tak lagi menjadi bayang semu. Tapi biarkan semuanya berlalu.. Tentang Aku dan Kamu  :')

Untuk Kamu yang Telah Pergi

Menurutmu merelakan itu mudah? Enggak! Aku benci!
Aku benci mengucap selamat jalan! Aku benci melupakan kenangan demi kenangan!
dan.. Sampai akhirnya aku berakhir pada kepura-puraan.
Aku berpura-pura mengikhlaskan, aku pura-pura nggak terluka, aku berpura-pura untuk terus jalan kedepan.
Tapi kamu gak pernah tau… ketika kamu berpaling, aku kembali! Kembali ketempat pertama kita bertemu .
Tapi saat itu aku simpan didalam mesin waktu, tapi.... malah menghasilkan bom waktu. Ledakan rindu seringkali membawa ku kemasa lalu. Dan lagi-lagi kamu gak tau.
Aku linglung setelah kamu pergi, untuk siapa celingukan ini? sedetik setelah kamu pergi,, buat siapa lagi lengkung senyum ini? Kamu yang menjauh, Cuma mendekatkan aku dengan kesepian. Aku selalu disini.. kembalilah! Aku masih menunggumu kembali .