Hai... apa kabar kamu?
iya kamu yang sampai sekarang masih aku sayang, masih aku cintai . meskipun aku udah gak tau lagi kamu dimana sekarang, kamu lagi apa sekarang.
boleh aku bercerita sedikit tentang malam itu? maaf kalo aku terlalu berlebihan. awalnya cuma karena salah paham sedikit, tapi lama kelamaan masalah itu makin besar dan gak bisa lagi buat diperbaiki. hmm sepertinya itu menurutmu, karena sebenernya kita bisa saja memperbaikinya . tapi... kamu mungkin sudah sangat bosan denganku, dengan gampangnya kamu mengakhiri semuanya. kamu tau apa yang aku rasain saat kamu mengakhiri semuanya? aku hancur. tapi aku selalu ingin pertahanin hubungan ini. berkali-kali aku coba buat meyakinkan kamu bahwa aku bisa lebih baik lagi, namun tetap saja gak bisa membuatmu berubah fikiran. malam itu jelas, semua ucapanmu terdengar ditelingaku. aku tau disana udah gak ada lagi aku, sedikitpun bahkan sudah gak ada. tapi berbeda denganku. aku mana bisa sepertimu? hati ini selalu punya banyak tempat buat kamu , kamu masih mengisi hatiku sampai sekarang, dan gak ada celah buat oranglain masuk kedalamnya. entahlah kenapa aku bisa sampai seperti ini, mungkin banyak orang yang menganggap aku ini perempuan bodoh yang masih tetap saja sayang sama lelaki yang samasekali gak peduli. lalu aku harus bagaimana? melupakan? aku gak bisa! kamu udah terlalu dalam ada dihati ini. kenangan kita terlalu banyak gak mungkin aku bisa melupakan itu semua.
hey... apa kamu masih ingat sama aku? apa kamu masih ingat ucapan kita sebelum tidur? apa kamu masih ingat panggilan konyol kita? apa kamu masih ingat kebiasaan-kebiasaan kita? gak ingat? hehe aku sudah menebaknya. mungkin kamu sudah membuang aku jauh-jauh dari ingatanmu itu. maafin aku yang selama ini masih sayang sama kamu. maafin aku yang belum bisa terima semua keputusanmu malam itu :)
percayalah.....
disini. dihati ini masih ada kamu :')
Sabtu, 07 Juni 2014
Maaf.
Kamis, 05 Juni 2014
Hi.... 06!
Coretan-coretan yang sama sekali tak pernah tersentuh oleh sosok yang selalu hadir di pikiranku. Ya, memang
sosok itu kini bukanlah siapa-siapa dalam hidupku.
Dulu, sosok itu nyata, sosok itu hadir, sosok itu menemani, setia, selalu ada. Ya, dulu, dulu dan dulu.
Tak bisa ku pungkiri dulu memang indah, bukannya aku tak mau melupakan semuanya, tapi sosok itu sudah terlalu dalam masuk ke hatiku. Ini salah siapa?
Salahmu? Tentu saja bukan, mana mungkin aku menyalahkan sosok orang yang sampai sekarang
menjadi semangat disetiap nafasku. Ini salahku, salahku yang terlalu sayang, salahku yang terlalu
berharap lebih jauh, salahku yang terlalu menginginkan untuk selalu bersamamu. Maaf, aku bukan pelupa yang hebat. Kamu sudah terlalu lama ada disini, dan sampai
saat ini belum tercetus niatku untuk melupakan dan membuang semua cerita antara aku dan kamu, dulu.
Kenapa? Kenapa semuanya harus seperti ini? Aku tau, kamu sudah memutuskan semuanya, kamu sudah lupakan semuanya. Tapi, tak begitu denganku. Meskipun aku tau, kamu disana sudah bersama yang
lain, bersamanya yang selalu bisa mengembangkan senyummu. Sementara aku, aku masih tetap tegar bersama sifat munafikku. Aku masih berusaha tersenyum dan berpura-pura kalau aku ikut bahagia
dalam kebahagiaanmu bersamanya. Tak mengapa bagiku, melihatmu tersenyum bersamanya saja, aku
sudah cukup senang. Bagaimana kalau aku yang ada diposisinya sekarang? Kamu bisa bayangkan betapa bahagianya aku.
Ah, kenapa kamu terus mendominasi otakku? Padahal
kamu sudah pergi dan memutuskan
semuanya. Rasanya baru kemarin kamu bilang kalau
kamu menyayangiku dan menginginkan aku untuk
menjadi kekasihmu. Ya, baru kemarin. Andai aku
mampu lebih sabar menahan egoismu. Tapi kalau terus
menerus aku yang bersabar, bukan cinta namanya.
Karena yang kutau cinta itu adalah dua perasaan yang
disatukan. Sedangkan kita? Apa pernah kamu menahanku saat aku tengah marah? Jadi, ya kalau
dipikir-pikir semuanya lebih baik diputuskan walaupun
penyesalan dan rasa rindu itu datang.
Hari ini, tanggal 6 adalah hari jadiku dengan Jafar. Aku masih mengganggap tanggal itu sebagai hari jadi aku. aku merayakan hari jadi kita seorang diri. Ya, mau gimana lagi?
Mengharapkanmu? Aku rasa itu mustahil, jangankan
merayakannya, membalas pesanku saja kamu sudah enggan.
Ya Tuhan, haruskah air mata ini selalu menemani ku? Kapan semuanya akan berakhir? Kapan aku akan berhenti mengharapkannya?
Kapan aku akan berhenti melupakannya? Aku terlalu lemah untuk melupakan, karena dia sudah terlalu dalam masuk ke otakku.
Haruskah aku terus menerus menampakkan senyuman
palsu di depannya bersama kekasih barunya? Tanpa
pernah kekasihnya tau, aku masih merindukan sosok
yang sekarang menjadi kekasihnya. Aku masih
merindukan kekasihmu yang dulu menjadi kekasihku.
hai.... selamat tanggal 6. aku sayang kamuuuuuuu
Hi... I Just Wanna Say This!
Andai hubungan itu gak selesai, harusnya besok
hubungan itu genap 22 bulan. Sayangnya
hubungan itu sudah berakhir bahkan ketika aku sedang merasa nyaman.
Aku menatap jauh ke arah lapangan basket.
Pria itu ada disana. Ya, pria yang sampai saat ini aku cinta.
Sekali lagi, sayangnya hubungan itu sudah usai……
Tak terasa sudah berlalu begitu saja, dan entahlah
kenapa aku masih menaruh rasa pada pria bermata sipit itu. Padahal aku sudah teramat sering disakiti olehnya. Entahlah... Semua hubungan itu
berlangsung dan berakhir begitu saja.
Hubunganku dan Jafar berakhir tanpa masalah. Kami
memutuskan hubungan itu karena memang sudah merasa tak cocok satu sama lain, tapi lebih tepatnya
dia yang memutuskan hubungan. Dimasa-masa genting
itu aku sempat mencoba untuk bertahan karena kukira
masih bisa memperbaiki semuanya, namun berbeda dengan Jafar yang sepertinya sudah tak mampu
mempertahankan hubungan kami. Ya sudahlah, akhirnya hubungan itu usai.
Untuk apa aku mempertahankan hubungan itu jika dia
pun sudah tak ingin mempertahankannya?
Sebenarnya aku sangat tak menginginkan perpisahan
itu. Jujur, saat itu aku sedang mulai sungguh-sungguh
mencintainya. Saat ia mengucapkan kalimat ‘putus’,
aku hancur. Namun aku mencoba untuk baik-baik saja
dan menerima semuanya dengan berat hati namun
akan kuhadapi.
Aku bukan gadis lemah…. Setidaknya aku cukup kuat
untuk tak menangis dihadapan orang yang aku sayangi.
Aku tak ingin dianggap lemah oleh siapapun.
tapi... akhirnya aku menyesal.
aku benci!! tiap saat harus menahan rasa rindu ini. aku rinduuuuuu. sungguh! tapi siapa lah aku ini.
hey, I just wanna say.. I love you and I really miss youuuuuuu